ADIWIYATA 2019


Pentingnya Menjaga Lingkungan Hidup

Pentingnya Menjaga Lingkungan Hidup

251 16 Dec 2017

Lingkungan hidup adalah lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup dan komponen lain yang ada di dalamnya, termasuk manusia beserta perilakunya. Lingkungan hidup tidak hanya mencakup lingkungan fisik, namun juga meliputi ekosistem, perilaku sosial, bahkan budaya.

Lingkungan hidup perlu kita lestarikan untuk menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan hidup manusia. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk memelihara kebersihan di lingkungan sekitar kita. Upaya reboisasi atau penanaman kembali juga terus dilakukan guna menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan hidup manusia. Hutan mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia karena hutan menghasilkan oksigen dan sumber daya alam yang melimpah. Eksploitasi dan pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan bijak dan juga harus diperhatikan agar tidak merusak ekosistem lingkungan.

Kondisi lingkungan di daerah perkotaan atau di dekat perindustrian sangat memprihatinkan. Sampah menumpuk dan berserakan dimana-mana. Masyarakat juga banyak yang membuang sampah ke sungai dengan alasan tempat pembuangan sampah letaknya sangat jauh. Banyak pabrik yang mebuang limbah hasil produksinya ke sungai. Sehingga saat musim hujan tiba,air sungai tidak dapat mengalir dengan sempurna. Sebagian besar atau mungkin seluruh lahan di daerah perkotaan digunakan untuk membangun industri dan perumahan. Masyarakat kota juga membangun rumah di sekitar pinggiran aliran sungai yang seharusnya digunakan sebagai daerah resapan air. Tidak heran jika saat musim hujan tiba, daerah perkotaan menjadi daerah langganan banjir setiap tahun.

Penebangan dan pembakaran hutan pun semakin merajalela. Khususnya di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatra yang mempunyai hutan terluas di Indonesia. Pembakaran besar-besaran dilakukan untuk membuka lahan baru yang akan dijadikan perkebunan besar. Selain membuat tanah menjadi kering dan tandus, pembakaran hutan tersebut menimbulkan polusi udara yang merusak sistem pernafasan pada manusia. Dampak pembakaran hutan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat sekitar, tetapi juga sampai dirasakan oleh negara-negara tetangga. Dengan berkurangnya wilayah hutan di Indonesia akan mengakibatkan beberapa bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Upaya pemerintahan untuk menyadarkan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan kerja bakti. Kita sebagai siswa pun dapat berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan hidup melalui program sekolah atau madrasah guna menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman seperi program Go Green, jum’at bersih dan gotong royong di lingkungan sekolah. Salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup yaitu program Adiwayata. Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu kompetisi atau lomba, melainkan sebagai apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya pendidikan lingkungan hidup secara benar.

Kita sebagai makhluk hidup yang tinggal di bumi ini diwajibkan untuk merawat, menjaga  dan melestarikan alam agar mampu memberikan manfaatnya sampai anak cucu kita dapat merasakannya . Jika kita merusak alam,maka alam akan memberikan kita bencana.  Mengikuti pesan KH.Abdullah Gymnastiar yaitu mulai dari diri sendiri,dimulai dari hal yang terkecil dan dimulai saat ini juga. (ran/frd/hly)

Selengkapnya
Melatih Menulis Melalui Lomba Artikel

Melatih Menulis Melalui Lomba Artikel

192 16 Dec 2017

Slawi (15/12) – Madrasah Tsanawiyah Negeri Slawi mengadakan lomba artikel dalam rangka Class Meeting yang diselenggarakan 13-14 Desember 2017 diikuti oleh perwakilan masing-masing kelas. Setiap kelas mengirim perwakilan dua orang sebagai peserta.

Lomba ini bertempat di Masjid lantai bawah MTs Negeri Slawi. Diadakannya lomba ini diharapkan agar para siswa dapat menulis dan berbicara di depan umum. Dalam lomba artikel ini terdapat dua babak. Pada babak pertama para peserta diberi kesempatan untuk menuangkan pikirannya melalui tulisan. Selama satu jam nantinya mereka harus membuat sebuah artikel yang nantinya akan dipresentasikan. Aspek yang dinilai dari artikel tersebut adalah kerapian tulisan, isi atau materi yang dibahas, dan tanda baca serta ejaan yang terdapat pada tulisan. Pada babak ini diperoleh 6 peserta terbaik dari kelas 7 dan 9, sedangkan kelas 8 diperoleh 3 peserta terbaik yang nantinya akan mengikuti babak kedua pada hari Kamis 14 Desember 2017.

Setelah peserta menjalani babak pertama, mereka dihadapkan pada babak kedua. Sistem babak kedua ini, mereka harus mempresentasikan hasil artikel yang mereka buat sendiri. Aspek yang dinilai dalam babak kedua ini meliputi penguasaan materi, kepercayaan diri, suara, kelancaraan, kerjasama, dan tanya jawab. Di dalam babak ini para peserta sangat antusias untuk mempresentasikan sebaik mungkin agar nantinya mereka memperoleh juara. Di babak ini juga akan terlihat bagaimana kemampuan peserta dalam berbicara di depan umum. Setelah babak kedua ini selesai terpilihlah 3 peserta terbaik dari seluruh kelas baik kelas 7, 8 maupun kelas 9. 3 peserta tersebut ialah peserta asal IX FDS 1 menjadi juara 1 lomba artikel dengan artikelnya yang berjudul “Pentingnya Menjaga Lingkungan Hidup”, peserta asal VII G menjadi juara 2 lomba artikel dengan artikelnya yang berjudul “Pentingnya Menjaga Kebersihan Yang Ada di Lingkungan”, terakhir peserta asal kelas VIII FDS 3 menjadi juara 3 lomba artikel dengan artikelnya yang berjudul “Save Our Earth”.

Diharapkan dengan diadakannya lomba artikel ini dapat melatih siswa dalam bidang menulis dan berbicara di depan umum. Jadi nantinya siswa dapat membaur dengan lingkungan, dapat berbicara di depan umum, dan juga dapat melatih kepercayaan diri siswa tersebut.(ran/dna/rni)

Selengkapnya
Taman Madrasah

Taman Madrasah

325 30 Nov 2017

Beberapa taman mudah sekali ditemui di lingkungan madrasah. Salah satunya di sebelah utara halaman depan madrasah. Taman ini lokasinya bertepatan dengan pintu masuk parkir sepeda siswa. 


Selanjutnya di sebelah selatan halaman utama madrasah juga terdapat taman yang tak kalah cantiknya, karena dilengkapi dengan kolam air dengan beberapa ekor ikan.


Semoga dengan kehadiran taman tersebut bisa difungsikan untuk melatih dan memberikan contoh kepada siswa, agar peduli dan paham akan pentingnya tumbuhan di lingkungan madrasah. (akb)

Selengkapnya
PENYEBAB & SOLUSI MENGATASI BANJIR

PENYEBAB & SOLUSI MENGATASI BANJIR

257 30 Nov 2017

Ada 2 penyebab utama banjir, yakni sampah yang menghambat aliran air di got ataupun sungai dan yang kedua adalah berkurangnya lahan resapan air. Maka doa mohon dihindarkan dari banjir tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah banjir. Jawaban Tuhan untuk masalah banjir adalah munculnya gerakan go green. Itulah mengapa makin banyak bank sampah dan gerakan membuat biopori untuk resapan air. Dalam ilustrasi adalah got yang banyak tertutup oleh sampah, pasir, tanah dan puing material. Banyak got yang ada dalam keadaan seperti itu. Ketika kita buatkan lubang-lubang biopori dan dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai saringan air bisa meresap dan cepat kering bila hujan. Air dari perumahan tidak dibuang ke sungai yang saat terakumulasi bisa memicu banjir melainkan diresapkan ke tanah sebagai cadangan air tanah.Dengan demikian air menjadi berkah dan kita tidak perlu membeli air bersih. Jika air tanah tersedia banyak dan tidak dalam maka kerja pompa air menjadi lebih ringan dan hemat listrik. Air yang meresap ke tanah juga membuat penguapan air kembali menjadi hujan juga berkurang sehingga mengurangi potensi hujan lebat berlebihan. Karena banyak kandungan air di tanah maka suhu tanah dan udara di lingkungan kita menjadi lebih dingin dan mengurangi potensi angin puting beliung.Itulah keajaiban langkah kecil membuat biopori bagi keseimbangan alam. Jangan remehkan benda kecil itu sebab manfaatnya luar biasa. Semoga bermanfaat untuk langkah nyata dan pasti menjawab fenomena alam yang sesungguhnya akibat dari ulah perilaku manusia mengeksploitasi alam berlebihan. Salam go green. (Warior)

Selengkapnya
Konsep 5 R dalam Menjaga Lingkungan Madrasah

Konsep 5 R dalam Menjaga Lingkungan Madrasah

294 25 Nov 2017

Konsep  5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), replace (menggunakan kembali) dan replant (Menanam Kembali).

 Berikut ini penjelasaqn tentang konsep 5 R:

       1.      Reduce

 Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.

Di madrasah, kita bisa menggunakan pulpen yang bisa diisi ulang, spidol white board dengan isi ulang. Tidak memakai atau menggunakan produk yang menghasilkan banyak sampah. Selain itu, kita bisa mengurangi atau menghindari membeli barang yang sekali pakai serta hindari membeli barang yang tidak begitu diperlukan.

         2.       Reuse

 Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantong kertas yang umumnya didapat dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang. Kita bisa menggunakan surat elektronik atau email untuk berkirim surat. Juga daapat kita laksanakan menjual sampah yang sudah dipilah.

       3.      Recycle

 Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos dan sampah non organik menjadi barang-barang yang berguna. Sebagai contoh, pemanfaatan botol bekas air minum menjadi vas bunga, sampah kertas diolah menjadi tempat surat, dan lain-lain.

      4.      Replace

 Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain. Madrasah dapat menyarankan kepada kantin madrasah untuk menggunakan bungkus makanan dengan daun pisang.

         5.      Replant

 Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohnya melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan madrasah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akan menjadi indah dan asri, membantu pengaturan suhu pada tingkat lingkungan mikro (sekitar rumah atau madrasah kita), dan mengurangi kontribusi atas pemanasan global.

 Untuk melaksanakan 5R di madrasah tentu membutuhkan sarana yang banyak. Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Slawi sudah disediakan saarana dan prasarana untuk 5R yaitu tempat sampah yang terdiri dari organik dan nonorganik, penanaman pohon, green house, dan lain-lain. Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar. Dengan lingkungan madrasah dan rumah kita yang hijau, bersih, dan indah, hidup kita menjadi lebih sehat. (warior)

Selengkapnya
Praktek Membuat Biopori

Praktek Membuat Biopori

267 23 Nov 2017

Biopori biasa juga disebut dengan lubang resapan biopori merupakan lubang yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.
Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.
Kamis pagi (23/11) terlihat beberapa siswa mempraktekkan pembuatan lubang resapan biopori yang dipasang di sekitar depan ruang kelas 9 FDS dan dipandu oleh guru mapel IPA yakni Ibu Erni Maryati Rahayu, M.Si,.
Kepada kami, Tim Jurnalistik MTs Negeri Slawi, Ibu Erni menjelaskan manfaat lubang resapan biopori. Diantaranya adalah:
1. Mengurangi Sampah Organik
Pembuatan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena, ketika kita membuat lubang, salah satu proses yang harus dilakukan adalah memasukkan sampah organik.
Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat masyarakat biasa memilah antara sampah organik dan anorganik.
2. Menyuburkan Tanah
Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan terjadi proses biologis yang akan menjadikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.
3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir
Saat ini, banjir sering terjadi entah itu di kota atau di kampung, dan salah satu penyebabnya adalah sistem drainase yang tidak baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.
Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah. Selain itu, sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah.
Cacing yang masuk ke dalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah ketika menuju ke lubang yang berisi sampah organik. Hal ini tentu akan membuat air lebih cepat meresap ke dalam tanah.
4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah
Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

Bagaimana teman-teman? tertarikkah kalian mempraktekkannya di rumah masing-masing? Jangan lupa ajak tetangga sekitar juga ya. Agar ikut merasakan manfaat biopori. (warior)

Selengkapnya
Jumat Bersih Sebagai Bentuk Cinta Lingkungan

Jumat Bersih Sebagai Bentuk Cinta Lingkungan

265 17 Nov 2017

Slawi - Program jumat bersih yang digelar kali ini (17/11), merupakan inisiatif Ketua OSIS MTs Negeri Slawi Masa Bakti 2017/2018, Kak Jelita Arinal Haq. Tak sendirian, Ia dibantu oleh pengurus inti OSIS, mengawasi kegiatan tersebut agar berjalan dengan baik.
Ditemui Tim Jurnalistik, Jelita sapaan akrabnya menjelaskan, "Ya selain menjaga kebersihan lingkungan madrasah, tujuan lainnya ya agar siswa cinta terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga mempengaruhi kebiasaan teman-teman agar bisa menjaga lingkungan supaya tetap bersih kedepannya." ungkapnya.
"Apalagi sekarang musim hujan ya, hampir tiap hari lagi. Intinya kalau dari sekarang ini kita kurang menjaga kebersihan, terutama di lingkungan sekitar kita, otomatis kemungkinan kita terjangkit penyakit sangat besar lho." tambah Jelita menyoroti keadaan cuaca di Tegal.
Berkaitan dengan kegiatan tersebut, waka kesiswaan Bapak Samsudin, S.Ag mengapresiasi atas apa yang telah diinisiasikan oleh pengusus OSIS. "Kami mewakili pihak madrasah, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena memang ini merupakan program kerja OSIS. Selanjutnya, disamping guna menjaga kebersihan, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kesadaran bagi peserta didik untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat." ucapnya. 
Sementara itu seluruh peserta didik MTs Negeri slawi melaksanakan kegiatan jumat bersih yang dipusatkan di ruang dan halaman kelas masing-masing, dengan didampingi wali kelasnya. (akb)

Selengkapnya
Guru MTs Negeri Slawi Ikuti Sosialisasi Adiwiyata 2017

Guru MTs Negeri Slawi Ikuti Sosialisasi Adiwiyata 2017

241 17 Nov 2017

Ibu Hj. Asropah, S.Pd merupakan salah satu guru dari madrasah kita yang telah mengikuti Sosialisasi Program Adiwiyata tahun 2017, yang digelar oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal pada Rabu-Kamis, 15-16 November 2017, bertempat di Aula SMK Negeri 2 Slawi.
Kami Tim Jurnalistik MTs Negeri Slawi berkesempatan menemuinya pada Jumat (17/11) pagi hari di sela-sela kesibukan Ibu Hj. Asropah mempersiapkan perangkat pembelajarannya. Kepada kami, Ibu Hj. Asropah menjelaskan apa itu program Adiwiyata.
"Adiwiyata yang merupakan program pendidikan lingkungan hidup pada jalur formal jenjang pendididikan dasar dan menengah, bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tatakelola sekolah yang baik untuk pembangunan berkelanjutan, dan mewujudkan generasi muda yang memiliki rasa kepedulian dan tanggungjawab terhadap permasalahan lingkungan." katanya.
Ia juga menambahkan, "Komponen adiwiyata diantaranya, kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kurikulum sekolah berbasis lingkungan, kegiatan sekolah berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarpras pendukung sekolah yang ramah lingkungan. Sehingga sasarannya, semua warga sekolah diharapkan peduli dan berbudaya lingkungan dengan merubah perilaku ramah lingkungan." paparnya.
Tak lupa, kepada kami Ia berpesan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita, juga melestarikan lingkungan agar anak cucu kita bisa merasakan manfaatnya di kemudian hari. (warior)

Selengkapnya
PENTINGNYA PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA DI MTS NEGERI SLAWI

PENTINGNYA PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA DI MTS NEGERI SLAWI

354 13 Sep 2017

Sarana dan prasarana di madrasah merupakan salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan. Salah satu fasilitas yang dipandang sepele namun amat berarti yakni paving block. Sebab keberadaan fasilitas ini amat sangat menunjang proses kegiatan belajar mengajar terutama dari segi keamanan lalu lalang warga madrasah yang memanfaatkannya.

Seperti yang terlihat pada bagian depan toilet siswa, terdapat beberapa paving block yang amblas cukup dalam. Situasi ini jika tidak segera ditangani maka akan berdampak pada segi keamanan lalu lalang peserta didik yang memanfaatkan fasilitas toilet bersih. Oleh sebab itu, pada hari selasa (12/9) Waka Ur. Sarpras beserta timnya bergerak cepat guna memperbaiki paving block yang rusak tersebut.

"Ya memang fasilitas madrasah yang digunakan oleh hampir seluruh warga madrasah ini rentan terhadap kerusakan. Apalagi memang dipergunakan setiap hari. Jadi secara berkala kami terus memantau dan mendata beberapa fasilitas mana saja yang memang berpotensi tidak dapat dipergunakan dan dampaknya akan mengganggu kelancaran kegiatan belajar mengajar." Ucap Waka Ur. Sarpras.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan bahwa ada beberapa sarana yang memang belum seluruhnya diperbaiki. Namun jajarannya terus berkomitmen agar seluruh fasilitas yang ada di madrasah dapat dipergunakan secara normal.

"Saya dan tim berharap kepada seluruh warga madrasah untuk ikut berperan aktif dalam menjaga semua fasilitas yang ada di madrasah agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua." ucapnya di akhir bincang ringan sore hari jelang absen pulang. (Akb)

Selengkapnya
TIGA HAL PENTING YANG HARUS DIJAGA OLEH WARGA MADRASAH

TIGA HAL PENTING YANG HARUS DIJAGA OLEH WARGA MADRASAH

445 11 Sep 2017

Slawi (11/9) - Madrasah Tsanawiyah melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih pada hari Senin, 11 September 2017. Petugas upacara kali ini adalah pengurus OSIS dibantu oleh siswa di luar pengurus. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Drs. Mohammad Suaedi, M.Pd. selaku Kepala MTs Negeri Slawi.

Upacara seperti biasa dilaksanakan di lapangan olahraga sebelah utara. Petugas upacara berhasil melaksanakan tugas dengan baik. Cuaca saat upacara sangat cerah. Dengan penuh antusias seluruh siswa mengikuti pelaksanaan upacara bendera. Walaupun dalam keadaan kurang sehat, mereka semua mengikuti upacara pengibaran bendera, sehingga beberapa siswa dibantu oleh anggota PMR Madya MTs N Slawi yang bertugas dibawa ke ruang kelas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Namun, hal itu tidak mengganggu kelancaran upacara bendera.

Upacara pengibaran bendera dilaksanakan diantaranya untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mati-matian demi kemerdekaan bangsa dan negara. Di samping itu, melalui upacara, dapat ditanamkan kedisiplinan kepada siswa. Dalam amanatnya, pembina upacara menekankan perlunya menjaga tiga hal, yaitu kebersihan, ucapan, dan sarana yang ada di MTs Negeri Slawi. "Ada beberapa hal yang harus dijaga oleh kalian, yaitu pertama, kebersihan, karena kebersihan sebagian dari iman. Jadi, kalau mau dikatakan sebagai orang beriman, jagalah kebersihan. Yang kedua harus dijaga adalah ucapan. Gunakan ucapan pada tempatnya. Ketika upacara, pelajaran, ucapan harus dijaga atau diam. yang ketiga adalah menjaga sarana atau peralatan yang ada di madrasah. Jangan mencorat-coret meja, kursi, dan kamar kecil yang ada. Semua harus dijaga," kata Drs. Mohammad Suaedi, M.Pd. selaku pembina upacara.

Begitu pentingnya menjaga kebersihan, ucapan, dan sarana, lebih lanjut pembina upacara selaku kepala madradah menginstruksikan kepada Bapak dan Ibu guru untuk mengawasi, apabila mendapatkan siswa sedang corat - coret meja atau kursi, langsung ditindak. Hal terakhir yang disampaikan dalam amanat pembina upacara adalah agar siswa mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan Ulangan Tengah Semester (UTS) semester gasal yang akan dilaksanakan pada minggu akhir bulan September 2017. (jam)

Selengkapnya

Kontak


Alamat :

Jl. Prof. Moh. Yamin No. 31 Slawi

Telepon :

0283 491124 - WA 0895634443386

Email :

mtsnslawi@gmail.com

Website :

www.mtsn2tegal.sch.id

E-learning MTsN 2 Tegal


Follow Us


Channel Youtube


WEBMAIL KEMENAG


Whistleblowing System Kementerian Agama RI


SIMPATIKA KEMENAG


PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP)